Skip to main content

Posts

Showing posts with the label rk

EAS | Rekayasa Kebutuhan (B)

 Studi Kasus AutoRent Deskripsi AutoRent  adalah perusahaan yang menyediakan sewa mobil di kota Surabaya. Sayangnya, proses bisnisnya belum terkomputerisasi sehingga menyebabkan inkonsistensi data, memperlambat proses penyewaan, dan mengurangi kenyamanan pelanggan. Saat ini, perusahaan membutuhkan sistem informasi yang dapat membantu mengatasi masalah yang ada. Sistem informasi yang akan dibangun merupakan sistem informasi bagi staf (admin) AutoRent untuk melakukan input data perusahaan dan melayani pelanggan yang datang langsung ke lokasi. Stakeholder Terdapat beberapa pihak yang terlibat pada proses bisnis di AutoRent, yakni: Pemilik perusahaan, Staf (admin), dan Pelanggan. Kebutuhan Terdapat dua jenis kebutuhan yang perlu dieksplorasi pada studi kasus ini, yakni kebutuhan fungsional dan kebutuhan non-fungsional. Kebutuhan Fungsional Sistem dapat menyediakan fitur login untuk admin, Sistem dapat mengelola data mobil yang dimiliki perusahaan, Sistem dapat mengelola data jenis...

Studi Kasus Loket.com | Rekayasa Kebutuhan (B)

 Requirement Modelling Language (RML) Loket.com Deskripsi Loket.com Loket.com merupakan platform teknologi yang ditujukan kepada pengelola event untuk mempermudah manajemen event yang ingin diselenggarakan. Fitur umum dari platform ini adalah: Pendaftaran dan promosi event Manajemen event seperti jumlah tiket yang dijual dan deskripsi Rekomendasi tiket untuk calon pengunjung Pembayaran tiket secara cashless RML RML umumnya digunakan untuk memberikan gambaran dari kebutuhan dari suatu proses bisnis yang tidak berfokus pada desain solusi tetapi pada kebutuhan yang spesifik. Pada kesempatan ini, akan dibahas tentang Business Objectives Model dan Feature Tree. Business Objectives Model BOM digunakan untuk mendeskripsikan value  dari suatu proyek untuk target konsumen dan perusahaan. Feature Tree Dokumen ini digunakan sebagai model high-level  yang mengelompokkan fitur-fitur dan menampilkan hubungan antar fitur.

Studi Kasus 7 | Rekayasa Kebutuhan (B)

 Pembuatan Spesifikasi Pada kesempatan kali ini akan dibahas tentang pembuatan spesifikasi pada studi kasus point-of-sales  (PoS) MokaPos. Deskripsi Sistem PoS merupakan tempat sistem untuk memudahkan proses pembayaran para pelanggan di suatu toko ketika membeli suatu produk ataupun layanan. Sistem ini biasanya menggunakan tablet , smartphone,  atau mesin EDC sebagai antarmuka kasir. PoS dapat menghitung secara cepat, menyetak struk, menghitung laba, menyimpan data pelanggan, merekap data penjualan, dan dapat terkoneksi dengan internet. MokaPos secara spesifik merupakan PoS berbasis perangkat bergerak dengan fokus pada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah. Sistem ini menyediakan fitur yang mencakupi hal-hal umum yang diharapkan pada sistem PoS ditambah dengan pengelolaan karyawan, manajemen data, dan menerima tanggapan dari konsumen. Selain itu, MokaPos memungkinkan integrasi dengan pihak bank dan penyedia pembayaran lainnya serta mengelola diskon. Metode Pembuatan spe...

ETS | Rekayasa Kebutuhan (B)

 Gobiz - Studi Kasus Overview Gobiz merupakan salah satu layanan berbasis aplikasi yang merupakan bagian dari ekosistem Gojek yang berfokus pada pelaku usaha ( merchant ). Pengguna dapat mengelola usaha mereka seperti manajemen produk yang ditawarkan, integrasi dengan Gofood, historis pendapatan, pengadaan promo, dan pencarian Gopay. Gobiz ditujukan untuk memudahkan pelaku usaha untuk menjalankan bisnisnya. Kebutuhan yang Harus Digali dalam Pembuatan Software Business Requirements Kebutuhan bisnis merupakan kebutuhan yang didasari pada keperluan proses bisnis suatu projek yang perlu dipenuhi. Umumnya, terdapat informasi mengenai:  kesempatan bisnis,  tujuan yang ingin dicapai,  ukuran keberhasilan,  visi projek,  cakupan, dan  batasan. Contoh kebutuhan bisnis pada Gobiz adalah Ada pencatatan jumlah transaksi yang sedang berjalan dan telah selesai, Ada fasilitas manajemen produk bisnis, dan Ada integrasi dengan Gopay yang meliputi penerimaan dan pencair...

Studi Kasus 5 | Rekayasa Kebutuhan (B)

 Business Requirements Document Tulisan blog kali ini akan membahas tentang BRD untuk salah satu aplikasi penyewaan akomodasi, yakni Airbnb. Sekilas tentang Airbnb Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, Airbnb menghubungkan penyewa rumah, ruangan, dan akomodasi lainnya dengan calon konsumen yang umumnya membutuhkan akomodasi untuk liburan dan tempat singgah sementara. Berdiri sejak 2008 di Amerika Serikat, AirBendandBreakfast (nama awalnya), telah menghubungkan jutaan tempat singgah dengan ratusan juta pelanggan. Model bisnisnya   sukses dan telah menggoyahkan hotel dan penyedia akomodasi tradisional dengan memanfaatkan teknologi. Stakeholder dalam Airbnb Terdapat beberapa stakeholder  yang terlibat dalam proses bisnis Airbnb, yakni Pihak tuan rumah, penyedia akomodasi Pihak tamu, menyewa akomodasi Pihak pemerintah, sebagai regulator dan menerima pajak pertambahan nilai Pihak penyedia gateway pembayaran, memproses pembayaran dan melakukan penyaluran dana sesuai proses ...

Studi Kasus 4 | Rekayasa Kebutuhan (B)

  Hello! Pada kesempatan ini, saya ditemani oleh Bayu Adjie Sidharta (05111940000172) untuk membahas tentang " Requirement Elicitation". Tugas ini dikerjakan berdasarkan dokumen SKPL berjudul "SI Evaluasi Kegiatan Sekretariat ITS" yang dapat dilihat di bawah ini. Penyelenggara Aplikasi Aplikasi ini diselenggarakan oleh ITS. ITS atau Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya adalah sebuah perguruan tinggi negeri di surabaya. ITS yang didirikan pada 10 Nopember 1957 adalah salah satu perguruan tinggi terbaik di Indonesia. Deskripsi Aplikasi Kegiatan yang dilaksanakan dalam naungan ITS beragam-ragam, dari kegiatan umum, mahasiswa, tenaga pendidik, dan serta staff ITS. Sebagai perguruan tinggi yang baik, ITS selalu ingin berkembang dan meningkatkan kualitas kegiatannya melalui pengadaan survei untuk mengetahui masukan atau evaluasi dari peserta. Harapannya, melalui survei tersebut, dapat diidentifikasi apakah tujuan kegiatan telah tercapai dan bagaimana cara meningka...

Studi Kasus 3 | Rekayasa Kebutuhan (B)

 Hello! Pada minggu ke-3 ini, diberi tugas untuk membahas "Input Output Rekayasa Kebutuhan" sebagai lanjutan dari materi minggu lalu. Saya akan melanjutkan studi kasus Spesifikasi Kebutuhan Perangkat Lunak "Aplikasi Pencarian Informasi Rumah Sakit Berbasis Lokasi dengan Penerapan Basis Data Fuzzy Model Tahani dan Dijkstra pada Platform Android Studi Kasus Lampung" yang dapat dilihat di bawah ini. Input Existing System Information Berdasarkan dokumen yang ada, saat ini masyarakat provinsi Lampung terkadang kesulitan mencari informasi rumah sakit terdekat karena jaringan akses internet yang terbatas. Calon pasien harus berada di jaringan internet agar bisa mencari informasi rumah sakit. Stakeholder Needs Pada studi kasus terdapat dua stakeholder,  yakni calon pasien dan admin. Berikut adalah kebutuhan mereka: Calon pasien menemukan rumah sakit terdekat dengan mudah, mendapatkan informasi lengkap tentang rumah sakit, dan mengakses aplikasi secara luring. Admin menyesua...

Studi Kasus 2 | Rekayasa Kebutuhan (B)

 Hello! Pada kesempatan kali ini, saya akan membahas tentang beberapa tahap dari rekayasa kebutuhan dalam studi kasus Spesifikasi Kebutuhan Perangkat Lunak "Aplikasi Pencarian Informasi Rumah Sakit Berbasis Lokasi dengan Penerapan Basis Data Fuzzy Model Tahani dan Dijkstra pada Platform Android Studi Kasus Lampung". Perangkat lunak ini bertujuan untuk memberikan aplikasi berbasis mobile yang dapat membantu masyarakat mencari rumah sakit terdekat tanpa akses internet.  Softcopy  dari dokumen tersebut dapat dilihat di bawah ini. Eliciting Elicitation adalah salah satu proses yang fokus untuk memahami kebutuhan dari customer melalui proses wawancara . Pada kasus ini, customer  dari perangkat lunak ini adalah calon pasien rumah sakit. Kebutuhan mereka dapat dirincikan sebagai berikut: Terdapat beberapa rumah sakit yang tersebar di lokasi, Akses internet tidak selalu tersedia untuk mencari informasi rumah sakit, Calon pasien rumah sakit umumnya sudah memiliki handphone ...

Studi Kasus 1 | Rekayasa Kebutuhan (B)

Deskripsi Aplikasi Sistem Parkir Non-tunai Sistem Parkir Non-tunai merupakan sistem yang memungkinkan manajemen suatu lahan parkir dengan baik yang mengedepankan integrasi metode pembayaran secara non-tunai. Seperti sistem parkir pada umumnya, sistem ini memiliki seperangkat gate  atau pintu yang menjadi titik masuk kendaraan dan pintu lain yang menjadi tempat pembayaran biaya parkir sekaligus arah keluar lahan parkir. Namun, tidak seperti sistem parkir yang kuno, sistem ini menerapkan otomasi dari awal hingga akhir proses bisnis sebagai implementasi  Internet of Things (IoT). Terutama pada proses pembayaran yang tidak melibatkan petugas parkir. Pengadaan sistem parkir non-tunai diharapkan dapat memudahkan pengelola lahan parkir, seperti mall  atau area perkantoran. Proses bisnis sistem ini dimulai ketika pengunjung lahan parkir menghampiri pintu masuk parkir. Sistem akan mendeteksi ada kendaraan yang mendekat dan bersiap untuk menerima input  dari pengguna. Input ...